Perusahaan bisa bekerjasama dengan lembaga pelatihan untuk mengadakan pengajaran yang dibutuhkan untuk karyawan. Pelatihan tersebut mempunyai tujuan untuk membuat karyawan yang mempunyai kemampuan yang kurang bisa untuk mengejar ketinggalannya. Selain itu, pelatihan juga bisa dimanfaatkan karyawan untuk mengembangkan kemampuan dalam memaksimalkan bakatnya. Bahkan, ketika mengikuti pelatihan online bersertifikat juga bisa memanfaatkan sertifikat yang didapatkan untuk meningkatkan jenjang karir yang dimiliki di perusahaan. Pelatihan online yang bisa dikelola oleh perusahaan untuk diberikan bagi karyawan tersebut beberapanya adalah:
1. Microlearning
Jenis pelatihan pertama yang bisa dikelola oleh perusahaan dengan bekerjasama dengan lembaga pelatihan sehingga bisa memberikan kelas untuk karyawannya adalah microlearning. Jenis ini merupakan kelas yang menjadi favorit dan banyak dibutuhkan untuk perusahaan. Microlearning mempunyai dampak yang positif untuk bisa memberikan karyawan meningkatkan kemampuannya setelah mengikuti pelatihan yang satu ini. Microlearning sendiri merupakan pelatihan yang menggunakan beberapa media seperti video, teks, e-book, dan juga jenis multimedia lainnya. Sehingga pembelajaran yang diberikan berdasarkan beberapa seksi kecil yang spesifik dengan tujuan yang jelas. Perusahaan bisa mengelola pelatihan microlearning ini dengan memberikan tutorial singkat untuk mengerjakan tugas, memberikan modus pengembangan skill bagi karyawan, dan juga berbagai hal lainnya bagi karyawan.
2. Blended learning
Jenis selanjutnya untuk pengadaan pelatihan online bersertifikat yang bisa didapatkan adalah blended learning. Pelatihan ini sangat cocok karena maraknya tempat kerja yang menerapkan hybrid working. Di mana perusahaan tersebut tidak hanya mengadakan dan menjalankan kerjanya di kantor saja secara offline, tetapi juga menggunakan metode offline dan online. Sehingga untuk pelatihan yang bisa diberikan bagi karyawan adalah blended learning yang menggunakan model campuran. Blended learning ini membutuhkan persiapan yang matang sehingga bisa menjadi model pelatihan yang bisa memberikan hasil yang lebih efektif. Utamanya untuk perusahaan yang hanya berfokus pada offline training saja.
3. Story based video training
Jenis pelatihan selanjutnya yang bisa dikelola oleh perusahaan adalah story based video training. Pelatihan ini merupakan masuk ke asynchronous learning yang merupakan metode dengan menonton video sehingga memberikan pengalaman yang berbeda pada pesertanya. Untuk jenis videonya misalnya adalah dengan menonton video drama yang ditampilkan mengenai proses pelatihan dan pembelajaran training karyawan. Storytelling tersebut bisa menjadi cara yang ampuh untuk membuat penyerapan materi yang diberikan utamanya yang rumit bisa menjadi lebih mudah. Contoh lainnya seperti dengan melihat film yang di putarkan karena memutar materi yang relevan dengan program tersebut. Dari film tersebut peserta dapat mengetahui mengenai beberapa cara dan metode yang digunakan sesuai materi untuk bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
4. Mobile learning
Pelatihan selanjutnya yang bisa dikelola oleh perusahaan untuk pembelajaran bagi karyawannya adalah mobile learning. Pelatihan online mobile learning bisa untuk menjadi media yang terbaik untuk diberikan bagi pelatihan karyawan. Mobile learning sendiri merupakan konsep pelatihan yang bisa digunakan karyawan untuk mengakses berbagai modul pembelajaran menggunakan smartphone atau aplikasi di smartphone. Sehingga dengan pelatihan ini tentunya akan memudahkan pembelajaran yang dilakukan. Contoh dari mobile learning bisa menggunakan metode game based learning yang menyenangkan, microlearning, kuis interaktif, dan jenis lainnya.
5. Learning experience platform
Jenis pelatihan terakhir yang bisa dikelola oleh perusahaan adalah learning experience platform atau LXP. Pengelolaan pelatihan ini bisa dilakukan untuk bisa memberikan pengajaran yang mengembangkan intuitif. Di mana pelatihan LXP ini mempunyai tujuan untuk pengembangan kelanjutan LMS atau learning management system. Sehingga pelatihan LXP ini dapat digunakan untuk membantu karyawan agar bisa mendapatkan solusi bisnis dan meningkatkan bisnis yang dipunyai. LXP yang bisa digunakan misalnya dengan menggunakan chatbot dan juga pelatihan dengan teknologi AI.
Berbagai pengelolaan pelatihan tersebut yang dilakukan oleh perusahaan bisa diserahkan ke lembaga profesional yang bisa memberikan pelatihan sesuai kebutuhan. Seperti dengan bekerjasama dengan lembaga profesional untuk mengadakan pelatihan yang dibutuhkan perusahaan yaitu Prasmul-ELI. Lembaga pelatihan ini menawarkan pelatihan online bersertifikat dan juga pelatihan yang bisa disesuaikan kebutuhan perusahaan, sehingga bisa memberikan hasil yang efektif dan terbaik.